“…Jurnalis abizz dech…” ::Pendidikan Dasar Jurnalistik::

16 Februari 2008 pukul 9:12 am | Ditulis dalam Kegiatan | Tinggalkan komentar

Kegiatan Jurnalistik merupakan kegiatan yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Kegiatan jurnalistik sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini dapat kita lihat dari berkembang dan bermunculannya berbagai stasiun televisi baik nasional maupun lokal, radio-radio, jurnal-jurnal ataupun surat kabar yang turut berebut memberikan informasi kepada masyarakat yang “dijual” kepada masyarakat. Maka tidak menutup kemungkinan kita sering mendengar kata-kata atau istilah-istilah oplah, ratting, iklan atau istilah sejenis.
MI Jenderal Sudirman memandang bahwa kegiatan jurnalistik wajib diberikan kepada siswa melalui pengembangan diri. Maka dari kegiatan ini penting kiranya bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan dasar profesi jurnalistik yang relevan bagi siswa yang menempuh pendidikan dasar, sebagai media untuk mendidik siswa berproses secara kreatif, imajinatif, dan berani dalam mengunkapkan gagasan ide kreatif, informasi dalam bentuk tulisan secara terstruktur.

Iklan

37 Kepala SDN Unggulan Kabupaten Gorontalo Belajar Ice Breaker di MIJS

5 Februari 2008 pukul 9:34 pm | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar

Sebanyak 37 kepala sekolah SD Negeri dari Kabupaten Gorontalo Propinsi Gorontalo kemarin melakukan studi banding ke MIJS dengan tujuan untuk mempelajari Meodologi https://i0.wp.com/bp0.blogger.com/_bHeVtrN7Zzc/R6z_n_HjF6I/AAAAAAAAADc/ARAxWXgIlyM/s320/P1240242.JPGIce Breaker yang ada di MIJS. Metode ini memang sangat membantu keberadaan siswa dalam memecahkan setiap masalah pembelajaran di kelas. Anak memiliki kecenderungan cepat bosan dan cepat putus asah dalam proses belajar mengajar sehingga hasil yang dicapai oleh siswa tidak maksimal. Kondisi anak yang sudah demikian ini tentu memerlukan suasana yang lain dari sebelumnya untuk merefresh kembali otak berfikirnya. Salah satu metoologi yang paling tepat adalah Ice Breaker dan Brain Gym sebuah metode penyeimbang berfikir dan suasana.

Mereka juga sangat tertarik dengan adanya penerapan pemberian point prestasi kepadahttps://i1.wp.com/bp0.blogger.com/_bHeVtrN7Zzc/R60AgvHjF7I/AAAAAAAAADk/nZOYu2Yjfao/s320/P1240251.JPG siswa. Cara ini diberikan dengan harapan agar siswa selalu termotivasi untuk meningkatkan semangat belajar. Yang menarik point prestasi ini diberikan bukan hanya pada anak yang memiliki intelektual/akademik bagus saja tapi juga diberikan kepada siswa yang lamban akademik tapi memiliki tingkat kepekaan sosial terhadap lingkungan dan guru serta school culture dan islamic culture bagus.

Siswa juga diberi penghargaan khusus dari sekolah berupa hadiah-hadiah di akhir semester ketika mereka mampu mengumpulkan point prestasi tertinggi yang akan diambil juara berprestasi 1 sampai 3.

 https://i1.wp.com/bp0.blogger.com/_bHeVtrN7Zzc/R60RNvHjF_I/AAAAAAAAAEE/LSaEsQ0PtcE/s320/P1240234.JPG

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.